 |
pict: syrvn
|
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ahlan wa sahlan!
Kali ini mungkin gue akan menulis hal yang agak serius di banding sebelum-sebelumnya. Perbucinan yang masih melekat, dan puitis puitisan yang emang bukan selera semua orang. I mean, tertentu aja. Ya, gapapalah ya namanya juga berekspresi.
Well, mari kita coba menulis dengan agak serius. haft.
Apa kabar? kabar saya akhir-akhir ini.. pelupa, swing mood, typoan, tiba-tiba cape padahal ngga forsir tenaga, merasa sepi di tengah ramainya (virtual) chat.
Apakah saya depresi? apa yang harus saya lakukan?
Tetiba teringat curhatan salah satu temen semasa jomblonya dengan segala problematika keluarganya yang memang saat itu jauh dari kata harmonis, "gue cuma takut gue gila". tapi, Dia ini. Maa syaa Allah berpasrahnya, kebergantungannya sama Allah luar biasa. (nanti kita cerita lanjut tentang siapa dia).
Apakah gue udah ada di tahapan itu?
ya. akhir-akhir ini gue ngerasa berantakan banget. tugas banyak (banget) but i dont know how to start. rutinitas berjalan automatically. Flat. Tanpa antusias seperti biasa. Gue bisa tiba-tiba ketawa, tiba-tiba diem dan bengong.. it sounds like, Kenapa rasa ketawa gue ngga se fun biasanya? Apa gue hampir gila?
Kalau kalian pernah ada di posisi ini, kuncinya adalah keep on track!
Sebenernya gue tau akar masalahnya dimana, tapi rasanya terlalu privasi untuk di share disini. Memang, muhasabah itu adalah me time paling jitu. mungkin di luar sana kita lebih familiar dengan kalimat "me time". Gue lebih memilih muhasabah diri.
Percaya, Lo ngga akan literally "gila" lo punya Allah. lo punya iman. itu segalanya. Dan yang paling powerfull adalah lo pegang teguh apa tujuan penciptaan manusia dan alam semesta.
Remember, This situation called, Futur!
Futur artinya rasa malas dan lemah setelah sebelumnya
ada masa rajin dan semangat. Dalam kamus Lisanul ‘Arab futur
didefinisikan,
سكن بعد حدّة ولانَ بعد شدة
“diam setelah intensitas
tinggi, yaitu setelah melakukan dengan usaha keras”
Kuat. kuat. kuat.
Semakin lo ngerasa menjauh dari majelis ilmu, semakin lo harus inget sejauh itu pula lo harus kembali.
Semakin lo merasa tenggelam dalam hiruk pikuk dunia, semakin lo harus berjuang berenang kepermukaan.
Tapi semuanya ngga berhenti disitu.. Sampe tiba di titik teraneh gue seumur hidup, ngerasa udah ngga betah disini. Cuma Allah tempat gue mengeluh. meminta. bersandar. Fix lah manja benget sama Allah akhir-akhir ini. Apa-apa, "Ya Allah, cape", "Ya Allah, bosen", "Ya Allah udah ngga betah". Tapi kalau pulang ke kampung akhirat, Hamba punya apa? berkeluh-kesah sama Allah dan nangis. Nangis sejadi-jadinya.
Sekitar setahun yang lalu seseorang pernah menulis ini di storynya, "Karena yang pasti adalah ketidakpastian". Inilah yang gue rasain sekarang. Bahwa yang pasti adalah ketidakpastian. Tapi, jauh dalam lubuk hati gue berbisik..yang pasti adalah kematian.
Here it is, Doa penguat iman jiwa dan raga:
Ingatlah, kita butuh doa
agar bisa istiqamah karena hati kita bisa saja berbolak-balik. Oleh karenanya,
do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan
adalah,
يَا مُقَلِّبَ
الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Ya muqollibal quluub
tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati,
teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Lanjutkan dengan istighfar, Karena semua musibah dan
kesesahan yang menimpa kita adalah karena dosa dan maksiat yang kita lakukan.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah
yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan
Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura:
30).
Oleh karena itu kita
dianjurkan agar memperbanyak bertaubat dan beristighfar agar dosa dihapus oleh
Allah dan tidak Allah turunkan kepada kita dalam bentuk bala’ dan musibah.
Istighfar adalah sumber
kemudahaan hidup dengan izin Allah, karenanya kita sangat dianjurkan
memperbanyak istigfar di manapun dan kapan pun. Istighfar adalah amalan yang
sangat mudah karena hanya menggerakkan lidah dan menghadirkan hati.
Dan dengan istigfar kita
akan mendapatkan berbagai kemudahan, hati yang lapang dan rezeki
Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ
يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى
“dan hendaklah kamu
meminta ampun [istighfar] kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu
mengerjakan yang demikian),niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus
menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.” (Hud: 3)
Yang mana Syaikh Muhammad Amin
As-Syinqithi berkata menafsirkan ayat ini,
وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِالْمَتَاعِ الْحَسَنِ: سَعَةُ
الرِّزْقِ، وَرَغَدُ الْعَيْشِ، وَالْعَافِيَةُ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَّ
الْمُرَادَ بِالْأَجَلِ الْمُسَمَّى: الْمَوْتُ
“Pendapat terkuat
tentang yang dimaksud dengan kenikmatan adalah rezeki yang melimpah, kehidupan
yang lapang, dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan waktu yang
ditentukan adalah kematian.”
Renungkan
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ
الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ
أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jika Allah menginginkan
kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah
menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia
perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.”
Subhanallah! Selayaknya seorang mukmin selalu menghiasi
hari-harinya dengan memperbanyak istighfar, sebagaimana dzikir sesudah sholat
pun disunnahkan untuk beristighfar. Dzikir pagi dan sore hari juga tak terlepas
dari permohonan ampun pada-Nya. Sebagaimana sabda Beliau shalallahu alaihi
wassalam:
أستغفر الله و أتوب إليه
“Aku mohon ampun
kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya” (dibaca 100 x) (HR. Al Bukhori
[11/101], Muslim [4/2075]).
Alhamdulillahiladzi bi ni'matihi tatimmush shalihat.
Sumber:
- Rumaysho.com
- Muslim.or.id
- Muslimah.or.id
setiap
orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan
di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu
berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah
pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak
berlebihan.
Sumber https://rumaysho.com/3312-semangat-kendor-dalam-ibadah.html
setiap
orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan
di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu
berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah
pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak
berlebihan.
Sumber https://rumaysho.com/3312-semangat-kendor-dalam-ibadah.html
Dari Ja’dah bin Hubairah, ia berkata bahwa disebutkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai
bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib, ia shalat (malam) namun tidak
tidur. Ia puasa setiap hari, tidak ada waktu kosong untuk tidak puasa.
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku
sendiri shalat (malam) namun aku tetap tidur. Aku puasa, namun lain
waktu aku tidak berpuasa. Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa
semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur
(malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk)
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk.
Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah
menyimpang.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 2: 284. Ja’dah bin Hubairah dalam riwayat ini diperselisihkan apakah ia seorang sahabat. Riwayat ini mursal sebagaimana ta’liq atau komentar Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam musnad Imam Ahmad 5: 409)
Beberapa riwayat di atas menunjukkan bahwa setiap orang akan semangat
dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan di antara sebab
mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu berlebihan dalam
suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah pertengahan dalam amalan
atau belajar, tidak meremehkan dan tidak berlebihan.
Sumber https://rumaysho.com/3312-semangat-kendor-dalam-ibadah.html