Ternyata ini Rindu

 

Ada rasa yang tak ada

walaupun disini segalanya ada


Seiring waktu semakin menyadari diri

ada yang tak bisa diganti

dengan kemegahan

sekalipun dengan kecanggihan teknologi


Adalah…

rasa rumah, yang hanya rumah

hanya rumah, yang di dalamnya aku bertumbuh


Hanya rumah yang itu

yang segala kenangannya telah menjadi sebagian dari “aku”


Sebab itu,

apabila jauh..

jiwaku tak akan pernah utuh

0

Gramedia dan Masa Remaja

masih teringat wangi kertas-kertas itu

halaman-halaman buku yang tertulis berjuta kata di atasnya,

berbalut bookcover imajinasi yang serasi


teringat masa-masa itu

sore-sore di hari sabtu

gramedia ku tunggu-tunggu

memandang jalan raya margonda di balik jendela lebar,

selembar demi selembar buku dibaca


tak ada dinamika hidup yang begitu mendera

tak ada yang membuatku beruban sebelum waktunya


dibandingkan hari ini, hari itu lebih sederhana


suasana tenang di gramedia, muda-mudi kesana numpang membaca

berebut kursi tanpa bicara

0

Merayakan kekalahan

autumn, 2024

Ketika memilih satu komitmen, artinya kita tengah berjuang membawa diri sendiri menuju garis finish. Finish artinya selesai, sukses. tapi, bagaimana jika gagal? sepakatkah jika kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda?

ada "perasaaan" kalah terdalam di lubuk hati atas setiap kegagalan.
dan berusaha mengabaikan perasaan "kalah" butuh kesabaran yang kuat.

kalah rasanya getir. seolah langkahmu kokoh, nyatanya rapuh.
nyatanya sesal itu ada. menyalahkan diri sendiri. perasaan payah,.. tidak mampu.
perasaan kalah, gagal pasti ada. harus diterima. harus diakui.
bukankah demikian?

tapi, apa yang membuatmu gagal? apa yang membuatmu kalah?

selain berjuang diatas diri sendiri tentu ada yang lebih tinggi, yaitu Qadar-Allah.
apabila telah ditakdirkan sesuatu, pada waktu tertentu. apabila Allah telah menghendaki, maka terjadilah.

selanjutnya, bagaimana mengelola hati agar ridho?

Angan-Ingin ku yang tertunda,
ku simpan dirimu baik-baik,
bulat dalam tekad. kuat dalam semangat yang diredam.

kuselimuti engkau dengan ikhtiar dan doa.
ku kunci engkau dalam ruang ridho dan ikhlas atas kehendak-Nya.

Tertunda, disimpan.
Angan-inginku, sampai jumpa diwaktu yang telah Ia tentukan.



0

Cinta dan Rasa Syukur

spring, 2023

Telah hadir manusia kecil atas seizin Allah, melalui rahimku.. dahulu bayi sekarang beranjak menjadi toddler yang luar biasa aktifnya, pintar, ceria, dan sehat.

hari ini aku tertegun sekian-jarak-waktu mengantarku jauh dari aku yang dulu,

ketika seorang manusia kecil telah fasih memanggilku "Buna" (ibu). Seolah hatiku sepenuhnya miliknya, bahagia tiada tara.

tangan kecilnya, badan mungilnya, langkah kakinya yang mungil namun gesit pindah kesana kemari.. yang seringkali membuat hariku lelah, terkadang memendam amarah, namun semua rasa itu hilang seiring senyumnya yang merekah.

Buna dan Ayah tidak pernah membencimu, nak.

Kami sangat bahagia dirimu lahir ke dunia.

hanya saja kami, masih belajar menjadi orang tua yang baik dan bijaksana.

seiring waktu juga terkadang, kami menemukan diri kami yang baru.

Anakku sayang, betul bahwa hidup selamanya "belajar", bahkan ketika kamu merasa telah pintar sekalipun.


Terimakasih sudah hadir diantara ayah dan buna,

anak kami tercinta.


Alhamdulillahiladzi bi ni'matihi tatimmush shalihat.

0

Exhausted

Kadang sesuatu yang jauh, asing, ngga di kenal ternilai lebih baik daripada apa yang dekat ya?
menjadi sesuatu yang 'baru' juga lebih dihargai dibandingkan ada namun menjadi biasa,
kemudian di anggap berisik?

cape ya?
yaudah, fokus sama kehidupanmu aja.
fokus sama pengembagan diri, keluarga, dan semuanya tentang kamu.

mereka ngga sepeduli itu
mereka ngga sebutuh itu sama kamu
mereka bisa kapan aja cari penggantimu

tapi kamu, dirimu ngga boleh kehilangan 'kamu'
hidupmu ngga boleh diabaikan olehmu
keluargamu,

hadirlah di tengah-tengah mereka yang butuh kamu.
0

Suami 'asing'

Osaka, 2022

Apa kabar? Apakah semuanya baik-baik saja?

Jauh. Jarak.
Kami mendekat sebab jauh dan jarak, Namun menciptakan 'jauh dan jarak'.
Menyatu dengan kekasih hati, menjauh dari rumah.
Rumah berserta keluarga. kesayangan.

Jauh dan jarak membuat kami bertekad agar seatap. Melanjutkan kehidupan dalam istana milik kami sendiri. Meski sederhana, segelanya tercukupi. Itulah makna rezeki, tidak selalu dalam bentuk uang. Kami hampir tidak pernah kekurangan satu apapun. Asalkan kami bersabar, rezeki itu akan hadir. Meskipun belum terucap. Karena Allah maha mendengar, walau selembut bisikan didalam hati jika itu tertulis untukmu, akan Allah kabulkan.

Tentu rasa rindu pada yang ditinggalkan tak akan pernah terhapus.

💭💭💭💭

Jadi. sang penulis sudah menikah dan melahirkan seorang putri.
Betapa bahagianya. Alhamdulillah segala puji dan syukur atas karunia yang Allah berikan kepada kami.

Bagaimana kisahnya?

Saat itu korona (Covid-19). Seorang hamba ini begitu-teramat mengiba kepada yang Maha Pemurah bahwa ia membutuhkan sosok suami. aku butuh berlabuh. Aku pantaskan diri ini semaksimal yang ku mampu. Sebab,ku inginkan kehidupan yang di ridhai rabb ku. baik ataupun buruk nasibku namun, diatas janji-Nya lah aku (memilih) melangkah. Sebab pada-Nya lah muara dari begitu banyak keindahan. Betapa aku mendambakan pertemuan dengan-Nya di alam akhirat nanti.

Alhamdulillah, dengan lika-liku yang tidak sederhana, tanpa pernah bertemu didunia nyata, aku dan (saat itu calon) suamiku melangsungkan akad nikah secara virtual. Allah pertemukan kami dengan proses ta'aruf. semuanya berjalan dengan khidmat walau 5500km jauhnya. Ujian yang kami hadapi adalah, saat itu suami tidak mendapat izin kembali ke Indonesia karena alasan akademis. Luar biasa dag-dig-dugnya melobby dan diskusi dengan penghulu, hingga akhirnya kepala KUA mau membantu kami, menikahkan kami meski kehadiran suami diwalikan oleh seorang ustadz. Ketika kami hendak mengurus buku nikah, قدر الله وما شاء فعل, beliau meninggal dunia. Kemudian kembali berdiskusi dengan kepala KUA yang baru (yang ternyata masih kerabat Ayah). 

هذا من فضل ربي

 urusan buku nikah terselesaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah almarhum, yang telah memudahkan urusan sesama saudara muslim. Semoga husnul khatimah.

Pertamakali keluar negeri seorang diri, menemui suami 'asing'. Bolak-balik mengecek berita, 'kapan border dibuka?' akhirnya yang dinanti datang juga. aku bersiap mengurus visa, visa dependent. visa yang hanya boleh masuk Jepang saat itu. Menunggu, menanti lagi. kemudian rasa berat meninggalkan orang tua, keluarga, sahabat, cita-cita, pekerjaan di tanah air. Bismillah, aku berangkat.



Tiba di KIX, Karantina selama 3 hari di Nikko Hotel. Rasanya dag-dig-dug lagi, bagaikan mimpi. haduh! setelah ini aku akan serumah dengan suami 'asing', seseorang yang halal bagiku tapi juga orang yang baru 6 bulan berinteraksi sebagai suami istri. Rasanya aku ingin melayang di udara.. terserah, angin hendak membawaku kemana.




Hari yang ditunggu datang juga! Terharu dan tersipu. inikah suamiku? beliaukah di depan mata? sosok yang selalu ku tunggu-tunggu dalam ratusan sujud. Merayu Allah dengan deraian air mata. Ialah imamku menuju jannah. Sepanjang hidup lamanya, sepanjang musim, sepanjang angan dan impian. Sekeras tekad berpegang pada iman yang harus diperjuangkan. Biidznillah.. Kini aku tak (berjuang) sendiri lagi.

......sepasang suami istri saling mendekap.



0

Muhasabah Diri

pict: syrvn


 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ahlan wa sahlan!

Kali ini mungkin gue akan menulis hal yang agak serius di banding sebelum-sebelumnya. Perbucinan yang masih melekat, dan puitis puitisan yang emang bukan selera semua orang. I mean, tertentu aja. Ya, gapapalah ya namanya juga berekspresi.

Well, mari kita coba menulis dengan agak serius. haft.

Apa kabar? kabar saya akhir-akhir ini.. pelupa, swing mood, typoan, tiba-tiba cape padahal ngga forsir tenaga, merasa sepi di tengah ramainya (virtual) chat.

 Apakah saya depresi? apa yang harus saya lakukan?

Tetiba teringat curhatan salah satu temen semasa jomblonya dengan segala problematika keluarganya yang memang saat itu jauh dari kata harmonis, "gue cuma takut gue gila". tapi, Dia ini. Maa syaa Allah berpasrahnya, kebergantungannya sama Allah luar biasa. (nanti kita cerita lanjut tentang siapa dia).

Apakah gue udah ada di tahapan itu?

ya. akhir-akhir ini gue ngerasa berantakan banget. tugas banyak (banget) but i dont know how to start. rutinitas berjalan automatically. Flat. Tanpa antusias seperti biasa. Gue bisa tiba-tiba ketawa, tiba-tiba diem dan bengong.. it sounds like, Kenapa rasa ketawa gue ngga se fun biasanya? Apa gue hampir gila?

Kalau kalian pernah ada di posisi ini, kuncinya adalah keep on track!

Sebenernya gue tau akar masalahnya dimana, tapi rasanya terlalu privasi untuk di share disini. Memang, muhasabah itu adalah me time paling jitu. mungkin di luar sana kita lebih familiar dengan kalimat "me time". Gue lebih memilih muhasabah diri.

Percaya, Lo ngga akan literally "gila" lo punya Allah. lo punya iman. itu segalanya. Dan yang paling powerfull adalah lo pegang teguh apa tujuan penciptaan manusia dan alam semesta.

Remember, This situation called, Futur!

Futur artinya rasa malas dan lemah setelah sebelumnya ada masa rajin dan semangat. Dalam kamus Lisanul ‘Arab futur didefinisikan,

سكن بعد حدّة ولانَ بعد شدة

“diam setelah intensitas tinggi, yaitu setelah melakukan dengan usaha keras”

 

Kuat. kuat. kuat.

Semakin lo ngerasa menjauh dari majelis ilmu, semakin lo harus inget sejauh itu pula lo harus kembali.

Semakin lo merasa tenggelam dalam hiruk pikuk dunia, semakin lo harus berjuang berenang kepermukaan.

Tapi semuanya ngga berhenti disitu.. Sampe tiba di titik teraneh gue seumur hidup, ngerasa udah ngga betah disini. Cuma Allah tempat gue mengeluh. meminta. bersandar. Fix lah manja benget sama Allah akhir-akhir ini. Apa-apa, "Ya Allah, cape", "Ya Allah, bosen", "Ya Allah udah ngga betah". Tapi kalau pulang ke kampung akhirat, Hamba punya apa? berkeluh-kesah sama Allah dan nangis. Nangis sejadi-jadinya.

Sekitar setahun yang lalu seseorang pernah menulis ini di storynya, "Karena yang pasti adalah ketidakpastian". Inilah yang gue rasain sekarang. Bahwa yang pasti adalah ketidakpastian. Tapi, jauh dalam lubuk hati gue berbisik..yang pasti adalah kematian.

 

Here it is, Doa penguat iman jiwa dan raga:

Ingatlah, kita butuh doa agar bisa istiqamah karena hati kita bisa saja berbolak-balik. Oleh karenanya, do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Lanjutkan dengan istighfar, Karena semua musibah dan kesesahan yang menimpa kita adalah karena dosa dan maksiat yang kita lakukan.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30).

Oleh karena itu kita dianjurkan agar memperbanyak bertaubat dan beristighfar agar dosa dihapus oleh Allah dan tidak Allah turunkan kepada kita dalam bentuk bala’ dan musibah.

 

Istighfar adalah sumber kemudahaan hidup dengan izin Allah, karenanya kita sangat dianjurkan memperbanyak istigfar di manapun dan kapan pun. Istighfar adalah amalan yang sangat mudah karena hanya menggerakkan lidah dan menghadirkan hati.

Dan dengan istigfar kita akan mendapatkan berbagai kemudahan, hati yang lapang dan rezeki

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى

dan hendaklah kamu meminta ampun [istighfar] kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian),niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.” (Hud: 3)

 

Yang mana Syaikh Muhammad Amin As-Syinqithi berkata menafsirkan ayat ini,

وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِالْمَتَاعِ الْحَسَنِ: سَعَةُ الرِّزْقِ، وَرَغَدُ الْعَيْشِ، وَالْعَافِيَةُ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَّ الْمُرَادَ بِالْأَجَلِ الْمُسَمَّى: الْمَوْتُ

“Pendapat terkuat tentang yang dimaksud dengan kenikmatan adalah rezeki yang melimpah, kehidupan yang lapang, dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan waktu yang ditentukan adalah kematian.”

 

Renungkan sabda  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.”

Subhanallah! Selayaknya seorang mukmin selalu menghiasi hari-harinya dengan memperbanyak istighfar, sebagaimana dzikir sesudah sholat pun disunnahkan untuk beristighfar. Dzikir pagi dan sore hari juga tak terlepas dari permohonan ampun pada-Nya. Sebagaimana sabda Beliau shalallahu alaihi wassalam:

أستغفر الله و أتوب إليه

Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya” (dibaca 100 x) (HR. Al Bukhori [11/101], Muslim [4/2075]).

 

Alhamdulillahiladzi bi ni'matihi tatimmush shalihat.

[Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat] Segala puji hanya milik Allahyang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’

Sumber https://rumaysho.com/9582-keadaan-dalam-menghadapi-musibah.html

[Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat] Segala puji hanya milik Allahyang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’

Sumber https://rumaysho.com/9582-keadaan-dalam-menghadapi-musibah.html


Sumber:

  • Rumaysho.com
  • Muslim.or.id
  • Muslimah.or.id 

 

 

setiap orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak berlebihan.

Sumber https://rumaysho.com/3312-semangat-kendor-dalam-ibadah.html

setiap orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak berlebihan.

Sumber https://rumaysho.com/3312-semangat-kendor-dalam-ibadah.html

Dari Ja’dah bin Hubairah, ia berkata bahwa disebutkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib, ia shalat (malam) namun tidak tidur. Ia puasa setiap hari, tidak ada waktu kosong untuk tidak puasa. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri shalat (malam) namun aku tetap tidur. Aku puasa, namun lain waktu aku tidak berpuasa. Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 2: 284. Ja’dah bin Hubairah dalam riwayat ini diperselisihkan apakah ia seorang sahabat. Riwayat ini mursal sebagaimana ta’liq atau komentar Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam musnad Imam Ahmad 5: 409)

Beberapa riwayat di atas menunjukkan bahwa setiap orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak berlebihan.



Sumber https://rumaysho.com/3312-semangat-kendor-dalam-ibadah.html
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com