Opick - Tola Al Badru | Official Video



Ceritanya pagi-pagi sehabis shalat subuh, tanpa sengaja windows media player
memutarkan lagu ini. Sejuknya hati saat mendengar lantunan lagu-lagu
dari Kang Opick, terharu dengarnya. Apalagi karakter vokal wanitanya...
:)

ternyata saya masih suka lagu-lagunya Opick, masih ngefans euy!

0

Allah, mengapa Engkau selalu mengabulkan doaku? 
Padahal aku sering melupakan-Mu.

.......mohon ampunanMu....
0

Kembali menulis...

hai,
ini aku lagi.
sudah berapa jauh perjalanan? sudah berapa lama waktu yang ku lewatkan? tanpa menulis.

Teringat beberapa waktu lalu, aku masih bisa bersenda gurau, hari-hari mungkin hanya sebatas kewajiban untuk belajar, bersosialisasi, kehidupan pribadi, dan sesekali organisasi (sesekali?) hehe
hingga sampai pada kesempatanku untuk menulis CV, ternyata cukup banyak sudah yang kukerjakan dalam organisasi itu, berharga atau tidak bagi orang lain, tapi semua itu adalah 'cerita' bagiku.

Akhir-akhir ini kehidupan menuntut untuk kutanggapi dengan serius, bahkan ia matang lebih cepat daripada yang ku kira. Sekarang ruang lingkupku adalah anak-anak, dan komputer, juga waktu luang yang datang secara aneh. tapi,beberapa hal fatal yang telah kukerjakan dahulu, menjadi penghambat kehidupanku sekarang. oke, lupakan dulu hal itu (seperti biasa/ iyaaa nanti kuselesaikan/ iyaa nanti (._.)/|

hehehe
hehehehehe

sekarang aku bingung harus memulai darimana...

oh iya, mengenai anak-anak. tak harus kusebutkan aku ini apa sekarang, pasti kau bisa simpulkan sendiri.
dunia mereka, adalah tantangan baru bagiku. selain kewajiban, aku melihatnya dari sisi yang berbeda. pekerjaan ini memberiku sejuta manfaat, apalagi aku adalah seorang wanita. anak-anak itu beraneka macam sifatnya, dan aku suka mereka. ada yang nakal, penurut, pintar, suka sekali bicara, cardas, bebas, ada juga yang agak lola (loading lama, hehe). Dari mulai anak artis, keluarga sederhana, broken home, mereka memiliki karakter berbeda-beda (pastinya). yang sama dari mereka adalah, mereka selalu antusias saat kedatangan pertamaku.

Beberapa bulan sudah kulakoni peran ini, rasanya aku sedang bermain estafet dengan hari, dan orang-orang yang harus kuhadapi sesuai jadwalnya. setiap hari rasanya berputar lebih cepat, bahkan tiba-tiba sudah datang minggu yang baru, bulan yang baru.

sudah dulu ya.

:)
0

Hakikat kehadiranmu

Rasanya sungguh menyesal bukan? ketika kamu tahu bahwa yang dulu kau miliki adalah berlian dan kau tukarkan dengan perhiasan yang tidak lebih layak. akan tetapi kamu terlanjur jauh untuk kembali. dan tidak mungkin ditukar untuk kedua kalinya.
tapi ni bukan perihal perhiasan, tentu ini tentang kehidupan. dimana disaat apa yang kamu miliki sekarang rasanya tak seindah yang pernah kamu miliki dulu.
akhir-akhir ini entah mengapa rasa "spesial" itu sangat sulit di dapatkan, tidak datang dengan sendirinya seperti waktu-waktu dulu... harus ada "memberi" kemudian baru "menerima", harus ada "permintaan". kalau tak ada permintaan kebahagiaan itu agak sulit didapatkan.
mungkin, tak seperti dulu.

ada mata yang selalu terjaga tanpa kau ketahui
ada jiwa yang selalu menjaga tanpa kau pinta
ada hati yang selalu tulus ketika memberi meskipun tanpa diminta, meskipun tanpa diberi
ada tekad yang selalu dijaga hingga habis masanya
ada hasrat yang dipendam hingga tiba waktunya

Namun, ketika semakin dekat dengan kesempatan.. semua itu sirna
ya, semua itu sirna. pernahkah kau berpikir? mengapa kita dipertemukan? mengapa Tuhan menyisihkan satu persatu orang yang kita inginkan dan digantikan-Nya dengan yang baru? dan kini dirimu.

Tapi, kita tak pernah tahu kemana kesetiaan menuju.

apakah pada kursi tua yang beratus tahun diam menunggu? tak beranjak sedikitpun dari masa lalu
ataukah pada burung kecil yang terbang kemana pun kau pergi, bersikeras menjagamu dan rela mengorbankan segalanya?

Jika pada kursi tua, maka hancurlah si burung kecil. maka habislah cintanya menjadi air mata dan kesia-siaan, dan atas waktu yang tak bisa diulang.


dapatkah kudapatkan semua itu darinya?

mata yang selalu terjaga tanpa kau ketahui
jiwa yang selalu menjaga tanpa kau pinta
hati yang selalu tulus ketika memberi meskipun tanpa diminta, meskipun tanpa diberi
tekad yang selalu dijaga hingga habis masanya
hasrat yang dipendam hingga tiba waktunya

Pun segelintir hal kecil yang sangat membahagiakan, membuat jatungmu berdesir, dan rona merah muda di pipi
padahal hal-hal kecil itu sangat sederhana

Kini entah mengapa 'kebahagiaan' itu kian sulit didapat
dan tak mungkin memutar waktu
dan tak dapat lagi kau tukar

Hal yang selalu ku ingat,  mengapa kita dipertemukan? mengapa Tuhan menyisihkan satu persatu orang yang kita inginkan dan digantikan-Nya dengan yang baru? dan kini dirimu.

aku masih mencari hakikat kehadiranmu dalam hidupku.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com