Merapatlah pada tiang-tiang dingin disana, karena sesungguhnya duniamu itu adalah fana
Dinginnya kecewa menyeruak menghembus pilu ke pelupuk mata hingga pedih
Jelas jalanmu adalah salah, mengapa tetap berputar mengitari lingkaran yang sama?
Kenangan usang, ada berjuta rindu disana yang entah terwujud karena apa
Rindu akan mereka yang tak selamanya disisi
Kulihat alunan-alunan kebahagiaan sendu senyap merasuk jiwa
Seakan salah satu kekuasaanNnya tiada satu pun milikku
Seakan yang baik-baik itu… jauh dari jangkauanku
Seakan yang baik-baik tak disisakanNya satu untukku
Rindu pada mereka yang kini tak mungkin lagi, mustahil
Rasa ingin beradu tatap, kan kuizinkan membaca bahasa yang menguap diudara
Perasaan yang ada tanpa diminta
Kemudian ada pengertian tanpa berkata-kata
Ada bahu yang siap melindungiku
Ada senyum yang dahulu menerka-nerka duka dan menyibakannya
Kemana kah kaki itu melangkah?
Setelah sekian waktu aku bercumbu dengan benci
Masa-masa itu menghancurkanku
Naluriku ingin melihat kau kembali
Wajah ini, tatapan ini, tingkahku ini tak mampu membuatmu bertahan
Bersitegap pada harap
Dan yang kau tahu, sekian langkah aku menjauh
lengah dibawa sungai
Namun kau harus percaya bahwa kau memang kunanti.
Dinginnya kecewa menyeruak menghembus pilu ke pelupuk mata hingga pedih
Jelas jalanmu adalah salah, mengapa tetap berputar mengitari lingkaran yang sama?
Kenangan usang, ada berjuta rindu disana yang entah terwujud karena apa
Rindu akan mereka yang tak selamanya disisi
Kulihat alunan-alunan kebahagiaan sendu senyap merasuk jiwa
Seakan salah satu kekuasaanNnya tiada satu pun milikku
Seakan yang baik-baik itu… jauh dari jangkauanku
Seakan yang baik-baik tak disisakanNya satu untukku
Rindu pada mereka yang kini tak mungkin lagi, mustahil
Rasa ingin beradu tatap, kan kuizinkan membaca bahasa yang menguap diudara
Perasaan yang ada tanpa diminta
Kemudian ada pengertian tanpa berkata-kata
Ada bahu yang siap melindungiku
Ada senyum yang dahulu menerka-nerka duka dan menyibakannya
Kemana kah kaki itu melangkah?
Setelah sekian waktu aku bercumbu dengan benci
Masa-masa itu menghancurkanku
Naluriku ingin melihat kau kembali
Wajah ini, tatapan ini, tingkahku ini tak mampu membuatmu bertahan
Bersitegap pada harap
Dan yang kau tahu, sekian langkah aku menjauh
lengah dibawa sungai
Namun kau harus percaya bahwa kau memang kunanti.