Jangan

Jangan bersedih di hadapan mentari yang bergegas, sebab ia pasti datang lagi :)
kecuali jika hari itu adalah hari akhir
entah untukmu
atau untuk mentari itu.
0

Hello

hey, is that you there?

"what's going on?"

:p
0

Maafkan ia, si dungu buta aksara

Dari sini, mata yang tak mampu bertatap saling mencari
naluri yang tak berbalas menuang rindunya sendiri, terserah sebatas apa
dari sini, angkuh yang menutupi jatung hati kembali pulang pada persembunyiannya
merengkuh rongga-rongga yang tak terpenuhi
dalam bilik kecil, tempat sukma melepas persona

Entah untuk apa, tapi sosoknya masih percaya jika disana duduk si manusia keras kepala dengan sejuta alasan untuk mencerca
dan ia sedang membaca
kemudian ia tersenyum

seperti biasa
nyatanya seisi jiwanya gemetar
tapi ia tertawa
menertawakan duka

jika ia adalah si manusia gila, maka ia tangisi semuanya sampai habis air matanya
dan tak mau melangkah, sebab hendak kemana?

si dungu yang hanya mampu mengikuti kata hati, dan bermain-main
permainan yang baru lagi, kemudian ia pergi ikuti bisikan angin
lalu ia terjebak pada labirin perasaannya sendiri
rasa yang tak jua dipahami sebab ia hanyalah si dungu buta aksara

si dungu buta aksara, tak bisa apa-apa.
0

I do not mean to hurt you

I do not mean to hurt you
"I have my own problems, Suffered life" you said
Yes I understood
But is it a regret for you to know me?

nothing was met without exchange
Perhaps a happy ending, maybe disappointing
From the beginning, there was no intention to make it worse
And not favoring to end like this

“Everyone has their own reflection” you said
But I don't think if there, in your mind there is something different
Which makes it become complicated
And you were disappointed, certainly, it's implied

I don't know what to do
While on one hand I still want you here
Putting aside the seconds to remember
I realized I was wrong
My prejudice turned out to be real

But,
I do not mean to hurt you
"I have my own problems, Suffered life" you said
Yes I understood
is it a regret for you to know me?

I wanna stay with you, I wanna u wanna do
I do not mean to hurt you
"I have my own problems, Suffered life" you said
Yes I understood
But, is it a regret for you to know me?

- retell -
0

Iris - Goo Goo Dolls


And I'd give up forever to touch you
'Cause I know that you feel me somehow
You're the closest to heaven that I'll ever be
And I don't wanna go home right now

And all I can taste is this moment
And all I can breathe is your life
When sooner or later it's over
I just don't wanna miss you tonight

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah, you bleed just to know you're alive

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
0

Manusia di Pelupuk Senja

bahumu tak setegap biasanya
berjalan bimbang dengan tatapan seperti itu
kau seakan ragu bahwa ia yang Maha Berkehendak

lantas kau sandarkan peluhmu pada dinding dinding yang kau temui sepanjang jalan
kemudian aku, salah satu dari mereka
lalu langkahmu kian menjauh, mengapa?

jika kau pikir dinding dinding itu hanyalah benda mati yang tak merasa
dan dengan tanpa empati kau hinggap dimana saja, seperti lebah pada bunga
kali ini kau melabuh lagi, di perjalanan yang entah kemana
dan kau hilang tanpa suara

jika kau pikir dinding dinding itu hanyalah benda mati yang tak mampu berkata-kata
dan tak bisa mengeluarkan air mata duka

jika kau pikir dinding dinding itu hanyalah benda mati yang tak mampu bersandiwara
dan tak bisa berdendang jua

maka kau salah

lantas aku harus diam?
lantas aku harus membebaskanmu begitu saja?

langkahmu kian merapat senja, hingga tersisa bayangmu yang memanjang.. semakin jauh semakin gelap dan hitam
jingga keemasan disana, kemudian kau terdiam

adakah ambisimu untuk kembali?

kau bilang kau hendak membangun duniamu sendiri, dengan semangat dua juta warna dan senyuman yang tak pernah pudar dari ingatan?
kau bilang kau hendak membangun kerajaaanmu sendiri dengan superego yang lebih baik dengan emosi dan religi yang mampu menopang masa depanmu nanti?

namun kau katakan lagi bahwa kau ingin menjemput masa lalu
dan kini kau semakin merapat pada mentari jingga di ujung sana...

lantas aku harus diam?
lantas aku harus membebaskanmu begitu saja?

lekat-lekat kupandang dirimu dari sisiku, ku tahu tak mungkin untuk menarikmu kembali sebab aku hanyalah dinding-dinding dengan pijakan tak berdimensi
ku jaga lekat-lekat sebelum bayanganmu menghilang dalam ingatan

aku hanya mampu mengantarkan doa kepada yang Maha Esa, agar kau selalu dalam kasih-Nya

kemudian kini kau memandangan langit.


Kau tak ubahnya manusia di pelupuk senja.
0

Yang tak terduga

Mungkin dari sanalah hadirnya kebahagian, dari apa yang kita pandang tak biasa

awalnya aku menduga-duga, curiga, dan berprasangka.. sedemikian rupa.
tapi nyataya ia lah yang memberikannya senyuman nyata, menggelitik hatinya dangan gelak tawa.

mungkin itulah kebahagiaannya, hadir dari langkah yang tak disangka-sangka, dan dari gerak yang tak terekam oleh curiga.

bisa saja berawal dari hal yang dipandang"sebelah mata"
0

Ayah, Ibu, Adik-adikku

kapankah terakhir kali kutatap wajah mereka, selain lampu-lampu jalanan, dan lampu-lampu temaram, juga langit-langit biru yang kuabaikan?
sekiranya kapan terakhir kali kita bercengkrama? bukankah dahulu kala, saat dunia kita masih belum segila ini?

kami langkahkan kaki satu persatu dan membiarkan mereka berharap, menanti kepulangan kami dengan mata panjang

kapan terakhir kali kita habiskan detik demi detik bersama?
kami lalui hari, waktu demi waktu bersama sesuatu yang tak melahirkan kami, juga tidak menghidupkan kami
kami lengah, terbawa arus ambisi

ruang itu kian menjelma sepi
hingga hilang bayangmu disisi,
meski tak membuatmu lupa bahwa kami pernah disini

ketika hidup kami sibuk untuk menghidupi hidup dengan kehidupan,
namun apakah itu kehidupan?

mungkinkah kekayaan yang melimpah ruah?
mungkinkah kekuataan dan kejayaan?
atau pujian dan nama yang tersohor?

ketiadaanmu membuat waktu  berjalan begitu lambat, kini kian terasa berat
ketiadaanmu menghadirkan rasa kehilanganan dan ingin selalu berpegang erat

lalu, kapankah kita menepi lagi?
bertukar suka duka, duduk senada dalam rasa

dan ruang itu akan selalu menjadi milikmu, hingga kau datang kembali
tak ada yang mampu, tak ada yang bisa menggantikanmu

ruang itu akan senantiasa terjaga
dan melahirkan kita seperti sedia kala.
0

Se-tiang Waktu

Merapatlah pada tiang-tiang dingin disana, karena sesungguhnya duniamu itu adalah fana

Dinginnya kecewa menyeruak menghembus pilu ke pelupuk mata hingga pedih

Jelas jalanmu adalah salah, mengapa tetap berputar mengitari lingkaran yang sama?


Kenangan usang, ada berjuta rindu disana yang entah terwujud karena apa

Rindu akan mereka yang tak selamanya disisi

Kulihat alunan-alunan kebahagiaan sendu senyap merasuk jiwa

Seakan salah satu kekuasaanNnya tiada satu pun milikku

Seakan yang baik-baik itu… jauh dari jangkauanku

Seakan yang baik-baik tak disisakanNya satu untukku



Rindu pada mereka yang kini tak mungkin lagi, mustahil

Rasa ingin beradu tatap, kan kuizinkan membaca bahasa yang menguap diudara

Perasaan yang ada tanpa diminta

Kemudian ada pengertian tanpa berkata-kata

Ada bahu yang siap melindungiku

Ada senyum yang dahulu menerka-nerka duka dan menyibakannya


Kemana kah kaki itu melangkah?

Setelah sekian waktu aku bercumbu dengan benci

Masa-masa itu menghancurkanku


Naluriku ingin melihat kau kembali

Wajah ini, tatapan ini, tingkahku ini tak mampu membuatmu bertahan

Bersitegap pada harap


Dan yang kau tahu, sekian langkah aku menjauh

lengah dibawa sungai



Namun kau harus percaya bahwa kau memang kunanti.
0

Next, 2016

semoga bahagia dan senantiasa dalam perlindungan-Nya
semoga tercapai semua harap dan cita-cita yang bermakna indah
semoga senantiasa melangkah menuju jannah
semoga selalu bersama orang-orang terkasih
semoga tegar dalam istiqomah... ataupun, kembali pada jalan-Nya.

Aamiin.
0

I T A

aku belajar sebab aku memiliki begitu banyak mimpi

yang tiada habisnya tumbuh di sirami hujan dengan gemuruh

yang tiada hentinya berganti menjadi tunas-tunas tak mati

yang tak pernah tertidur jika habis sudah dahaga

aku belajar karena aku memiliki begitu banyak mimpi

yang tiada jera ditampar kemarau

yang tiada lemah di sayat penghiatan dan kemunafikan

yang tiada air mata duka dalam getir kesendirian

yang tiada gentar dibasahi ludah sumpah serapah

AKU
tak peduli apa mereka ucap

AKU
tak akan mendengar jika itu adalah sia-sia

AKU
tak tak akan memandang jika itu adalah sia-sia

aku adalah si buta
aku adalah si tuli
aku adalah si tunarungu
tapi nuraniku tak akan pernah mati.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com