Beranjaklah

Apa rasanya? Menatap kata demi kata yang hampa

Ia tak disini lagi

Ia telah pergi

Ruang yang dulu selalu terisi kini tinggal kamu sendiri

Apa rasanya?


Elegi

Kepergian yang tlah lama direncanakan, kamu pertahankan meski terlambat

Anganku menengadah menorobos ruang waktu dimana disitu masih ada aku dan kamu

Semua tempat itu

Ruang dan waktu kita yang seperti tak akan pernah menjadi pisah

 

Terlalu banyak kenangan

Terlalu lama kita berkisah

 

Tapi,

Apa rasanya sepi?

Apa rasanya sendiri?

Apa rasanya tanpaku disisi?

 

Lekaslah beranjak

Kejarlah semua yang tertinggal

Tutup buku kita

Berjanjilah untuk melangkah tanpa lengah

Hingga kamu temukan bahagiamu walaupun itu bukan aku

 

Kita harus menjadi kuat demi kisah kita masing-masing

 

#111201707

0

Menanti, tapi siapa?

hari ini sudah malam lagi
aku ingin lekas lekas besok pagi
tapi apa yang kunanti?
tak ada yang spesial yang ku temui
tak ada teman main eksplore sudut kota lagi
dari pagi hingga sore atau bahkan malam hari

tak ada bahu untuk bersandar
tak ada rengkuhan untuk bermanja
tak ada telinga yang siap sedia 2x 24 jam untuk menampung segala cerita dan keluh kesah
tak ada sosok yang sabar atau bahkan menertawakan kekonyolanku saat aku pikuk dengan diri sendiri

tapi tak mengapa
jika hari-hari berlalu sendiri juga akan baik baik saja :)

terimakasih kamu
yang telah menjadi sahabat paling hebat saat aku jatuh cinta
telah menjadi lawan mainku dalam peran yang begitu mendalam
yang mengajarkan banyak rasa
berpetualang

terimakasih pernah menyatu dan menjadi bagian dari aku

demikian lembar dan torehan kata diatasnya untuk kamu yang tak terlupakan

#4102036

0

Sabar.

Yang bersabar pada sisi terburukmu; yang pantas memenangkanmu
0

Ketidaktahuanku

Tersipu malu pada rumput yang sembahyang dengan khusyuk juga tenang
pada katak yang bertasbih
pada daun yang jatuh tanpa pamrih

tentang dendang yang tak boleh lagi disyairkan
tentang syair yang tak boleh lagi di dendangkan
semoga kamu tak membenci


ku rasa kamu tidak mengerti
0

Akan ada kereta selanjutnya

Pernah terlambat
kemudian tergesa-gesa

ya, aku mau
aku pun harus berangkat
tapi tak bisakah menunggu sebentar?

tertinggal
menyambut, yang terlambat

bersiap lagi untuk pemberangkatan selanjutnya
yang lebih siap
yang dinanti
yang akan datang dan menjemput
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com