Exhausted

Kadang sesuatu yang jauh, asing, ngga di kenal ternilai lebih baik daripada apa yang dekat ya?
menjadi sesuatu yang 'baru' juga lebih dihargai dibandingkan ada namun menjadi biasa,
kemudian di anggap berisik?

cape ya?
yaudah, fokus sama kehidupanmu aja.
fokus sama pengembagan diri, keluarga, dan semuanya tentang kamu.

mereka ngga sepeduli itu
mereka ngga sebutuh itu sama kamu
mereka bisa kapan aja cari penggantimu

tapi kamu, dirimu ngga boleh kehilangan 'kamu'
hidupmu ngga boleh diabaikan olehmu
keluargamu,

hadirlah di tengah-tengah mereka yang butuh kamu.
0

Suami 'asing'

Osaka, 2022

Apa kabar? Apakah semuanya baik-baik saja?

Jauh. Jarak.
Kami mendekat sebab jauh dan jarak, Namun menciptakan 'jauh dan jarak'.
Menyatu dengan kekasih hati, menjauh dari rumah.
Rumah berserta keluarga. kesayangan.

Jauh dan jarak membuat kami bertekad agar seatap. Melanjutkan kehidupan dalam istana milik kami sendiri. Meski sederhana, segelanya tercukupi. Itulah makna rezeki, tidak selalu dalam bentuk uang. Kami hampir tidak pernah kekurangan satu apapun. Asalkan kami bersabar, rezeki itu akan hadir. Meskipun belum terucap. Karena Allah maha mendengar, walau selembut bisikan didalam hati jika itu tertulis untukmu, akan Allah kabulkan.

Tentu rasa rindu pada yang ditinggalkan tak akan pernah terhapus.

💭💭💭💭

Jadi. sang penulis sudah menikah dan melahirkan seorang putri.
Betapa bahagianya. Alhamdulillah segala puji dan syukur atas karunia yang Allah berikan kepada kami.

Bagaimana kisahnya?

Saat itu korona (Covid-19). Seorang hamba ini begitu-teramat mengiba kepada yang Maha Pemurah bahwa ia membutuhkan sosok suami. aku butuh berlabuh. Aku pantaskan diri ini semaksimal yang ku mampu. Sebab,ku inginkan kehidupan yang di ridhai rabb ku. baik ataupun buruk nasibku namun, diatas janji-Nya lah aku (memilih) melangkah. Sebab pada-Nya lah muara dari begitu banyak keindahan. Betapa aku mendambakan pertemuan dengan-Nya di alam akhirat nanti.

Alhamdulillah, dengan lika-liku yang tidak sederhana, tanpa pernah bertemu didunia nyata, aku dan (saat itu calon) suamiku melangsungkan akad nikah secara virtual. Allah pertemukan kami dengan proses ta'aruf. semuanya berjalan dengan khidmat walau 5500km jauhnya. Ujian yang kami hadapi adalah, saat itu suami tidak mendapat izin kembali ke Indonesia karena alasan akademis. Luar biasa dag-dig-dugnya melobby dan diskusi dengan penghulu, hingga akhirnya kepala KUA mau membantu kami, menikahkan kami meski kehadiran suami diwalikan oleh seorang ustadz. Ketika kami hendak mengurus buku nikah, قدر الله وما شاء فعل, beliau meninggal dunia. Kemudian kembali berdiskusi dengan kepala KUA yang baru (yang ternyata masih kerabat Ayah). 

هذا من فضل ربي

 urusan buku nikah terselesaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah almarhum, yang telah memudahkan urusan sesama saudara muslim. Semoga husnul khatimah.

Pertamakali keluar negeri seorang diri, menemui suami 'asing'. Bolak-balik mengecek berita, 'kapan border dibuka?' akhirnya yang dinanti datang juga. aku bersiap mengurus visa, visa dependent. visa yang hanya boleh masuk Jepang saat itu. Menunggu, menanti lagi. kemudian rasa berat meninggalkan orang tua, keluarga, sahabat, cita-cita, pekerjaan di tanah air. Bismillah, aku berangkat.



Tiba di KIX, Karantina selama 3 hari di Nikko Hotel. Rasanya dag-dig-dug lagi, bagaikan mimpi. haduh! setelah ini aku akan serumah dengan suami 'asing', seseorang yang halal bagiku tapi juga orang yang baru 6 bulan berinteraksi sebagai suami istri. Rasanya aku ingin melayang di udara.. terserah, angin hendak membawaku kemana.




Hari yang ditunggu datang juga! Terharu dan tersipu. inikah suamiku? beliaukah di depan mata? sosok yang selalu ku tunggu-tunggu dalam ratusan sujud. Merayu Allah dengan deraian air mata. Ialah imamku menuju jannah. Sepanjang hidup lamanya, sepanjang musim, sepanjang angan dan impian. Sekeras tekad berpegang pada iman yang harus diperjuangkan. Biidznillah.. Kini aku tak (berjuang) sendiri lagi.

......sepasang suami istri saling mendekap.



0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com