Sekarang ku katakan salam perjumpaan pada halaman yang tlah lama tertinggal
maaf,
aku terlalu lengah dengan dunia yang entah berisi kejujuran atau ketulusan atau cinta atau kasih sayang atau tidak segalanya
tapi, yang pasti adalah bahwa dunia ku tertidur sekarang
ia begitu dingin dan kasar
dingin sampai buat dadaku sakit dan sesak ketika ku hirup nafas
padahal cinta adalah nafas
kasih sayang adalah nafas
kejujuran
bagitu juga ketulusan
lalu, bagaimana aku hidup tanpa bernafas?
dimana kehangatan yang dulu?
entah.
tapi yang pasti dunia ku tak akan mampu melihat kesini sekarang.
sudah ku bilang bukan? ia terlalu dingin
dan kasar?
dan, tak mungkin.
bahkan ia pun belum tentu mampu pahami kata-kataku sekarang
ia tahu keberadaan kita? halaman ini?
belum tentu.
bahkan ia tak mampu mendengar rintihan, padahal begitu dekat
selalu berlebihan katanya.
mungkin bukan aku yang berlebihan, tapi kita yang tak sejiwa
tapi apa jadinya jika kita sejiwa?
hanyutlah dalam lautan, samudera air mata.
memang, serba salah.
katakan salam jumpa pada halaman yang tlah lama terlupa,
ingin ku sandarkan kepala, ia begitu lama memikul beban
ingin ku obati hati, ia begitu lama terluka
sangat terluka.
bahkan kali ini aku tak tau kemana harus bermuara,
karena daratanku... tak bisa ku sambangi
mungkin tengah disambangi oleh pesiar yang lain, yang ia temui sepanjang perjalanan
jadi, siapa yang daratan? siapa itu pesiar?
bahkan pahami kata-kataku pun ia tak mampu.
ia
tak
mampu.
tidak, ia tak akan membelaku
mungkin kata-kataku yang terlalu membelenggu
buruk?
bisa jadi begitu. bisa jadi itu yang di ucapnya
sebenarnya hatiku begitu lelah
tapi tekadku belum menyerah.
sekarang, ucapkan selamat tinggal pada halaman yang setia
seperti dulu, ada yang selalu menyambanginya
seperti dulu, ada yang selalu menerka-nerka isinya
seperti dahulu, ada yang mengukir senyum dari jarak yang tak berbatas
lalu, dimana senyum itu?
ia kandas di terjang ombak yang entah akan membawanya kemana
kembali kah?
atau kepada ranah-ranah yang baru?
Dunia ku tak mungkin tau, ia terlalu lengah
ia terlalu acuh
ia tak mungkin paham
sesak.
maaf,
aku terlalu lengah dengan dunia yang entah berisi kejujuran atau ketulusan atau cinta atau kasih sayang atau tidak segalanya
tapi, yang pasti adalah bahwa dunia ku tertidur sekarang
ia begitu dingin dan kasar
dingin sampai buat dadaku sakit dan sesak ketika ku hirup nafas
padahal cinta adalah nafas
kasih sayang adalah nafas
kejujuran
bagitu juga ketulusan
lalu, bagaimana aku hidup tanpa bernafas?
dimana kehangatan yang dulu?
entah.
tapi yang pasti dunia ku tak akan mampu melihat kesini sekarang.
sudah ku bilang bukan? ia terlalu dingin
dan kasar?
dan, tak mungkin.
bahkan ia pun belum tentu mampu pahami kata-kataku sekarang
ia tahu keberadaan kita? halaman ini?
belum tentu.
bahkan ia tak mampu mendengar rintihan, padahal begitu dekat
selalu berlebihan katanya.
mungkin bukan aku yang berlebihan, tapi kita yang tak sejiwa
tapi apa jadinya jika kita sejiwa?
hanyutlah dalam lautan, samudera air mata.
memang, serba salah.
katakan salam jumpa pada halaman yang tlah lama terlupa,
ingin ku sandarkan kepala, ia begitu lama memikul beban
ingin ku obati hati, ia begitu lama terluka
sangat terluka.
bahkan kali ini aku tak tau kemana harus bermuara,
karena daratanku... tak bisa ku sambangi
mungkin tengah disambangi oleh pesiar yang lain, yang ia temui sepanjang perjalanan
jadi, siapa yang daratan? siapa itu pesiar?
bahkan pahami kata-kataku pun ia tak mampu.
ia
tak
mampu.
tidak, ia tak akan membelaku
mungkin kata-kataku yang terlalu membelenggu
buruk?
bisa jadi begitu. bisa jadi itu yang di ucapnya
sebenarnya hatiku begitu lelah
tapi tekadku belum menyerah.
sekarang, ucapkan selamat tinggal pada halaman yang setia
seperti dulu, ada yang selalu menyambanginya
seperti dulu, ada yang selalu menerka-nerka isinya
seperti dahulu, ada yang mengukir senyum dari jarak yang tak berbatas
lalu, dimana senyum itu?
ia kandas di terjang ombak yang entah akan membawanya kemana
kembali kah?
atau kepada ranah-ranah yang baru?
Dunia ku tak mungkin tau, ia terlalu lengah
ia terlalu acuh
ia tak mungkin paham
sesak.
No comments:
Post a Comment