Hakikat kehadiranmu

Rasanya sungguh menyesal bukan? ketika kamu tahu bahwa yang dulu kau miliki adalah berlian dan kau tukarkan dengan perhiasan yang tidak lebih layak. akan tetapi kamu terlanjur jauh untuk kembali. dan tidak mungkin ditukar untuk kedua kalinya.
tapi ni bukan perihal perhiasan, tentu ini tentang kehidupan. dimana disaat apa yang kamu miliki sekarang rasanya tak seindah yang pernah kamu miliki dulu.
akhir-akhir ini entah mengapa rasa "spesial" itu sangat sulit di dapatkan, tidak datang dengan sendirinya seperti waktu-waktu dulu... harus ada "memberi" kemudian baru "menerima", harus ada "permintaan". kalau tak ada permintaan kebahagiaan itu agak sulit didapatkan.
mungkin, tak seperti dulu.

ada mata yang selalu terjaga tanpa kau ketahui
ada jiwa yang selalu menjaga tanpa kau pinta
ada hati yang selalu tulus ketika memberi meskipun tanpa diminta, meskipun tanpa diberi
ada tekad yang selalu dijaga hingga habis masanya
ada hasrat yang dipendam hingga tiba waktunya

Namun, ketika semakin dekat dengan kesempatan.. semua itu sirna
ya, semua itu sirna. pernahkah kau berpikir? mengapa kita dipertemukan? mengapa Tuhan menyisihkan satu persatu orang yang kita inginkan dan digantikan-Nya dengan yang baru? dan kini dirimu.

Tapi, kita tak pernah tahu kemana kesetiaan menuju.

apakah pada kursi tua yang beratus tahun diam menunggu? tak beranjak sedikitpun dari masa lalu
ataukah pada burung kecil yang terbang kemana pun kau pergi, bersikeras menjagamu dan rela mengorbankan segalanya?

Jika pada kursi tua, maka hancurlah si burung kecil. maka habislah cintanya menjadi air mata dan kesia-siaan, dan atas waktu yang tak bisa diulang.


dapatkah kudapatkan semua itu darinya?

mata yang selalu terjaga tanpa kau ketahui
jiwa yang selalu menjaga tanpa kau pinta
hati yang selalu tulus ketika memberi meskipun tanpa diminta, meskipun tanpa diberi
tekad yang selalu dijaga hingga habis masanya
hasrat yang dipendam hingga tiba waktunya

Pun segelintir hal kecil yang sangat membahagiakan, membuat jatungmu berdesir, dan rona merah muda di pipi
padahal hal-hal kecil itu sangat sederhana

Kini entah mengapa 'kebahagiaan' itu kian sulit didapat
dan tak mungkin memutar waktu
dan tak dapat lagi kau tukar

Hal yang selalu ku ingat,  mengapa kita dipertemukan? mengapa Tuhan menyisihkan satu persatu orang yang kita inginkan dan digantikan-Nya dengan yang baru? dan kini dirimu.

aku masih mencari hakikat kehadiranmu dalam hidupku.

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com