Bergunjing

Dititik ini adalah titik dimana hati selalu gelisah, bukan karna romantisme (wkwk). melainkan karena tugas besar yang tak kunjung selesai.
kemana mana bawaannya ... deg degan. haft.
it sounds like, "hai orang-orang dimasa lalu, hidup gue sekarang berat". ya,pasti gue bakal bilang begitu lagi someday.
deg deg deg deg degaan...!

kira kira ada ga ya pembaca setia gue? hahaha.

tapi, ada hal lain selain tugas besar itu yang sekarang lagi terngiang-ngiang di kepala. ibaratnya nyamuk tuh dia ada di sekitar telinga, dan bunyi "ngiung" nya sangat mengganggu. jadi, langsung ke intinya aja yaa.. menurut gue dan beberapa riwayat yang pernah gue baca, "sebenarnya musuh yang paling menakutkan adalah musuh dalam selimut" dan "lebih baik orang-orang yang terang-terangan membencimu daripada orang yang berpura-pura mencintaimu." ini yang lagi gue rasain sekarang, emang sih gue tipikal orang yang cuek banget dan cenderung jarang merasa bersalah disaat-saat tertentu. apalagi di dunia kerja, enaknya sih ya kalo ada salah omongin langsung ke orangnya ya ngga? bukan di omongin dibelakang. gue agak gimana gitu sama seseorang, dan akibat beberapa kasus yang bikin gue ngga enak hati ditambah sikapnya yang bikin gue berpikir "gue salah apa? tapi, karena ini pekerjaan, gue ngga bisa jadiin hal ini masalah karena ngga ada bukti jadi baru prasangka (buruk lagi prasangkanya, ckck). tapi sih ya, emang ngga enak nya gitu kalo bergaul dilingkungan yang "bergunjing", sebenernya apa sih tujuan "bergunjing" itu sendiri. kalo ditinjau berdasarkan keuntungan perusahaan, adakah keuntungan secara finansialnya? yang ada ngga ada evaluasi. lagian ya kalo emang ngga suka, ya bilang aja. wkwk (kok jadi gini).

nah, kalo suatu saat lo ketemu sama lingkungan yang suka menjelek-jelekkan orang lain jangan seneng dulu, belum tentu lo ngga dijelek-jelekin dibelakang. lebih baik ngga sih kalo lo ungkapin aja semuanya dengan profesional biar ada evaluasi juga kan? jadi ngga ada prasangka yang kurang menyenangkan cuma karena kurangnya komunikasi, semuanya ditutup oleh prasangka demi prasangka.
cuma efeknya bakal beda kalo yang menyampaikan itu orang lain. contoh, "eh, kok lo di cuekin sih sama ibu fulan?" "ibu fulan ngga suka sama kinerja kamu, karena terkesan nyantai". padahal, tiap pagi ketemu, bertukar senyum, ramah, asik, ah dibelakang kok gitu? eta terangkanlah.
tapi, kenapa gue tulis disini? karena blm ada bukti yang kuat atas prasangka gue sendiri. jadi, disini gue cuma mencurahkan securah curahnya perasaan yang mengganjal biar ngga terganjal lagi (-_-")
solusinya adalah? tetap profesional dan jangan lupa berdoa supaya dijauhkan dari orang-orang munafik. munafiknya ngga perlu didramatisir yaa.

QS Al Hujurat: 12
ولا يغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه واتقوا الله إن الله تواب رحيم
Artinya: Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Apakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allaah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Ibnu Abbas dalam menafsiri ayat di atas menyatakan: (إنما ضرب الله هذا المثل للغيبه لأن أكل لحم الميت حرام مستقذر و كذا الغيبه حرام فى الدين و قبيح فى النفوس) Allah membuat perumpamaan ini untuk ghibah karena memakan daging bangkai itu haram dan menjijikkan. Begitu juga ghibah itu haram dalam agama dan buruk dalam jiwa. (Lihat Tafsir Al-Qurtubi hlm 16/346). -

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com