Dari sini, mata yang tak mampu bertatap saling mencari
naluri yang tak berbalas menuang rindunya sendiri, terserah sebatas apa
dari sini, angkuh yang menutupi jatung hati kembali pulang pada persembunyiannya
merengkuh rongga-rongga yang tak terpenuhi
dalam bilik kecil, tempat sukma melepas persona
Entah untuk apa, tapi sosoknya masih percaya jika disana duduk si manusia keras kepala dengan sejuta alasan untuk mencerca
dan ia sedang membaca
kemudian ia tersenyum
seperti biasa
nyatanya seisi jiwanya gemetar
tapi ia tertawa
menertawakan duka
jika ia adalah si manusia gila, maka ia tangisi semuanya sampai habis air matanya
dan tak mau melangkah, sebab hendak kemana?
si dungu yang hanya mampu mengikuti kata hati, dan bermain-main
permainan yang baru lagi, kemudian ia pergi ikuti bisikan angin
lalu ia terjebak pada labirin perasaannya sendiri
rasa yang tak jua dipahami sebab ia hanyalah si dungu buta aksara
si dungu buta aksara, tak bisa apa-apa.
naluri yang tak berbalas menuang rindunya sendiri, terserah sebatas apa
dari sini, angkuh yang menutupi jatung hati kembali pulang pada persembunyiannya
merengkuh rongga-rongga yang tak terpenuhi
dalam bilik kecil, tempat sukma melepas persona
Entah untuk apa, tapi sosoknya masih percaya jika disana duduk si manusia keras kepala dengan sejuta alasan untuk mencerca
dan ia sedang membaca
kemudian ia tersenyum
seperti biasa
nyatanya seisi jiwanya gemetar
tapi ia tertawa
menertawakan duka
jika ia adalah si manusia gila, maka ia tangisi semuanya sampai habis air matanya
dan tak mau melangkah, sebab hendak kemana?
si dungu yang hanya mampu mengikuti kata hati, dan bermain-main
permainan yang baru lagi, kemudian ia pergi ikuti bisikan angin
lalu ia terjebak pada labirin perasaannya sendiri
rasa yang tak jua dipahami sebab ia hanyalah si dungu buta aksara
si dungu buta aksara, tak bisa apa-apa.
No comments:
Post a Comment